11 Kalimat Pasif (Passive Voice): Struktur dan penggunaannya


 

Kalimat pasif atau passive voice adalah jenis kalimat yang menekankan objek atau penerima aksi sebagai subjek utama. Dalam kalimat pasif, subjek menerima aksi yang dilakukan oleh pelaku atau subjek kalimat lainnya. Struktur kalimat pasif terdiri dari kata kerja to be + past participle dari kata kerja (verb).

Berikut ini adalah contoh struktur kalimat pasif untuk tenses yang berbeda:

·        Simple present: am/is/are + past participle verb Contoh: The book is read by me. (Saya membaca buku itu.)

·        Simple past: was/were + past participle verb Contoh: The car was repaired by the mechanic. (Mekanik memperbaiki mobil tersebut.)

·        Present perfect: has/have + been + past participle verb Contoh: The room has been cleaned by the maid. (Kamar tersebut telah dibersihkan oleh pembantu.)

·        Past perfect: had + been + past participle verb Contoh: The food had been eaten by the time I arrived. (Makanan telah dimakan pada saat saya tiba.)

·        Future: will be + past participle verb Contoh: The letter will be sent tomorrow. (Surat itu akan dikirim besok.)

Penggunaan kalimat pasif bergantung pada konteks dan kebutuhan dalam suatu kalimat. Berikut ini adalah beberapa situasi di mana kalimat pasif dapat digunakan:

1.     Ketika objek lebih penting daripada pelaku dalam kalimat. Contoh: The cake was baked by my mom. (Kue itu dibuat oleh ibuku.)

2.     Ketika pelaku atau subjek tidak diketahui atau tidak perlu disebutkan. Contoh: The window was broken. (Jendela itu rusak.)

3.     Ketika suatu kejadian atau aksi lebih penting daripada pelaku atau subjek. Contoh: The decision was made yesterday. (Keputusan itu dibuat kemarin.)

4.     Ketika menghindari menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas suatu peristiwa. Contoh: Mistakes were made. (Kesalahan-kesalahan telah terjadi.)

5.     Ketika menunjukkan bahwa suatu aksi sedang dilakukan, tanpa menyebutkan pelakunya. Contoh: The bridge is being repaired. (Jembatan sedang diperbaiki.)

Kalimat pasif dapat membuat tulisan atau pidato lebih formal dan objektif, tetapi terkadang dapat menyulitkan pembaca atau pendengar dalam memahami konteks atau informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, sebaiknya digunakan secara tepat sesuai dengan situasi dan konteks yang tepat.

Selain itu, ketika membuat kalimat pasif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.     Pelaku atau subjek dalam kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat pasif. Contoh: Active - My mom baked the cake. Passive - The cake was baked by my mom.

2.     Kata kerja to be dalam bentuk yang tepat harus dipilih sesuai dengan tense yang digunakan. Contoh: Active - I am reading a book. Passive - The book is being read by me.

3.     Kata kerja dalam bentuk past participle harus dipilih dengan benar sesuai dengan tense yang digunakan. Contoh: Active - She has eaten breakfast. Passive - Breakfast has been eaten by her.

4.     Kata penghubung yang tepat juga harus digunakan ketika menggabungkan dua kalimat dengan menggunakan kalimat pasif. Contoh: Active - The chef cooked the food, and the waiter served it. Passive - The food was cooked by the chef and served by the waiter.

Pemahaman yang baik tentang kalimat pasif akan membantu dalam mengekspresikan informasi secara efektif dan efisien dalam tulisan atau pidato. Namun, penting untuk diingat bahwa kalimat pasif hanya digunakan dalam situasi yang tepat dan tidak berlebihan.

Posting Komentar untuk "11 Kalimat Pasif (Passive Voice): Struktur dan penggunaannya"